Ro'an

 ROAN
 Istilah pengabdian untuk mencari keberkahan dari pesantren 


  Ro'an, kata yang pastinya tidak asing lagi untuk dunia pesantren. Kata ini telah menjadi ciri khas seorang santri untuk menggantikan kata "Gotong Royong".


Entah dari mana kata ini berasal dan siapa yang pertama kali menggunakan istilah ini dalam dunia pesantren. Beberapa kali kami mencari ma'na dan asal kata ini, namun tetap saja nihil. Satu-satunya perkiraan sebagaimana dilansir Suara Pesantren,
 bahwa ro'an berasal dari bahasa Arab "tabarraka-yatabarraku-tabarrukan". Jadi ro'an di sini adalah hasil penggalan dua suku kata akhir dari mashdar (tabarrukan) yang kemudian menghilangkan huruf  "kaf". Sedikit jauh dari kemiripan suku kata dan adanya pembuangan huruf memang, tetap kami tuliskan karena sementara ini hanya  penjelasan itu yang kami temukan.
       "Sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih santri kepada pondok pesantren yang dulu telah menjadi rumah dan taman bagi para santri roudlotul muhtadin"
itulah yang saya dengar dari sebagian alumni alasan mereka mengikuti roan. 
Pondok pesantren Roudlotul Muhtadin dan Al Aziziyah Dlisen termasuk pesantren yang ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya dalam bidang keagamaan,  Pesantren tersebut berdiri sejak tahun 1986 didirikan oleh KH. Nurkhozin dan telah meluluskan para Alumni. Para alumni yang sudah pulang  yang kini berjuang dengan ilmunya didesa masing masing, merekapun juga ikut serta roan dalam membantu pembangunan Madrasah Tsanawiyah formal dan Gedung Pesantren Tahfidz.
Alasan mereka mengikuti roan pembangunan
"dulu mbah yai bersusah payah mendidik kami,  rohani dan batin kami selalu diberi ilmu, pondok tinggal nempati tanpa bayar, puluhan tahun kami disana tak dimintai apapun, ganti saiki pondok due gawe,  gawe pondok al qur'an lan MTS insyaAllah tak bantu, walaupun mung tenogo"
IKBAR HEBAT
Pesantren JAYA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undangan Murah Bawang Batang

Maps